Juventus Dominan tapi "Lupa" Cara Menang: Penalti Vlahovic Ambyar, Thiago Motta Masih Sebut Ada di Jalan Benar?

ADMIN
0
Bek Juventus, Bremer saat melakukan pemanasan jelang lawan Lecce di Liga Italia, 4 Januari 2026 (Foto: AP Photo)

TURIN, BOLA NEWS – Dominasi tanpa hasil. Kalimat itulah yang paling tepat menggambarkan performa Juventus saat ditahan imbang oleh Lecce dalam lanjutan Serie A pekan ini. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Allianz Stadium, Si Nyonya Tua seakan kehilangan "insting pembunuh" mereka di depan gawang.

Momen paling menyakitkan tentu terjadi ketika Dusan Vlahovic, tumpuan utama lini serang Bianconeri, gagal menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Sepakan yang seharusnya menjadi tiga poin, justru melayang, menyisakan satu poin hambar yang terasa seperti kekalahan.

Thiago Motta: "Kami di Jalan yang Benar"

Meski hasil akhir mengecewakan, pelatih Juventus, Thiago Motta, menolak untuk panik. Dalam konferensi pers pasca-laga, Motta justru memberikan pembelaan yang cukup mengejutkan. Ia menilai bahwa secara permainan, anak asuhnya sudah menunjukkan apa yang ia inginkan.

"Tentu kami kecewa dengan hasilnya, sepak bola adalah tentang mencetak gol. Tapi jika melihat bagaimana kami mengontrol permainan, bagaimana kami menekan lawan dan menciptakan peluang, saya berani bilang kami ada di jalan yang benar. Penalti gagal? Itu hal biasa dalam sepak bola. Vlahovic akan bangkit." – Thiago Motta

Motta menekankan bahwa Juventus sedang dalam proses transisi. Dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan adalah sinyal positif, meskipun efektivitas di sepertiga akhir lapangan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan.

Reaksi Berkelas Weston McKennie

Di tengah kekecewaan fans, gelandang energik Weston McKennie memberikan respon yang cukup dewasa. Pemain asal Amerika Serikat ini menjadi salah satu yang paling vokal menyemangati tim.

McKennie menegaskan bahwa Juventus tidak perlu meminta maaf kepada siapapun atas hasil imbang ini, selama mereka sudah memberikan keringat terakhir di lapangan. "Kami tidak perlu takut, kami tidak perlu minta maaf. Kami mendominasi, kami hanya kurang beruntung. Kepala harus tetap tegak," ujarnya.

Mentalitas seperti inilah yang dibutuhkan Juventus. McKennie menyadari bahwa meratapi kegagalan penalti atau hasil imbang hanya akan merusak moral tim jelang laga-laga berat berikutnya.


IKLAN SPONSOR


Bremer Soroti "Penyakit Lama" yang Kambuh

Jika Motta dan McKennie mencoba positif, nada sedikit berbeda datang dari benteng pertahanan, Gleison Bremer. Bek asal Brasil ini justru memberikan peringatan keras kepada rekan-rekannya.

Bremer menilai bahwa Juventus memiliki "penyakit lama" yang tiba-tiba kambuh: Terlalu Santai dan Lupa Cara Menang. Menurutnya, ketika tim sudah mendominasi penguasaan bola, seringkali para pemain kehilangan urgensi untuk segera mencetak gol.

"Kami menguasai bola, tapi kami lupa bahwa tujuan utamanya adalah gawang lawan. Kami terlalu santai mengalirkan bola ke samping. Tiba-tiba waktu habis dan kami panik. Ini tidak boleh terjadi lagi jika kami ingin scudetto," kritik Bremer.

Kesimpulan

Hasil imbang kontra Lecce adalah tamparan keras bagi Juventus. Filosofi permainan Thiago Motta memang mulai terlihat, namun sepak bola adalah olahraga hasil. Jika dominasi tidak bisa dikonversi menjadi gol, maka statistik penguasaan bola hanyalah angka tak berguna di atas kertas.

Ujian selanjutnya sudah menanti. Apakah Vlahovic mampu menebus dosanya? Dan apakah Juventus bisa menemukan kembali "cara menang" yang sempat hilang?

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default