Terbaik dan Terburuk Timnas Indonesia: Menang 13-1, Dibantai 0-10

Striker Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas di Piala Tiger 2002.
Striker Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas di Piala Tiger 2002.
Sumber 

Sejumlah pertandingan internasional sudah dilakoni timnas Indonesia. Apa hasil terbaik dan terburuk yang pernah diraih Skuad Garuda?

Dilansir berbagai sumber, kemenangan terbesar Indonesia saat menggasak timnas Filipina 13-1. Sedangkan kekalahan terbesar sepanjang sejarah saat dipermak timnas Bahrain 0-10.



Kemenangan 13-1 atas Filipina terjadi pada penyisihan grup piala AFF 2002. Ketika itu Indonesia dan The Azkals berada di grup yang sama, Grup A. Mereka bertemu di partai pamungkas, 23 Desember 2002 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.


Pertandingan saat itu berakhir dengan skor 13-1. Gol-gol Indonesia masing-masing diciptakan oleh Bambang Pamungkas (4), Zaenal Arif (4), Budi Sudarsono (1), Bejo Sugiantoro (2), Imran Nahumarury, dan bunuh diri pemain Filipina, Licuanan. Sedangkan gol hiburan untuk Filipina diciptakan Ali Go.

Dengan kemenangan besar ini, Indonesia pun lolos ke semifinal Piala AFF 2002. Mereka berada di posisi runner up Grup A dengan koleksi 8 poin. Di babak semifinal, Indonesia bertemu dengan Malaysia dan menang, 1-0.

 

Sayang, Indonesia gagal menjadi juara karena kalah dari Thailand lewat drama adu penalti, 1-3 (skor waktu normal 2-2), di babak final. 

"Ketika itu persiapan menghadapi Piala AFF sangat bagus. Kami sempat menjalani pemusatan latihan di Australia selama beberapa bulan," kata eks pemain Timnas, Imran Nahumarury kepada VIVA pada 25 November 2014 silam.

"Filipina ketika itu sudah ada pemain naturalisasinya. Tapi, kami sudah punya persiapan yang matang ketika itu. Jadi, pemain kami lebih siap. Sayang, bermain dengan tensi tinggi hingga semifinal, performa kami drop di babak final," sambung dia.

Kekalahan Memalukan Lawan Bahrain

Sejarah memalukan dalam persepakbolaan nasional terjadi pada 29 Februari 2012. Timnas Indonesia dibantai Bahrain 0-10 di laga Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia yang berlangsung di Bahrain National Stadium, Manama. 

Ini menjadi kekalahan terbesar yang dalam sejarah Timnas Indonesia. Rekor sebelumnya adalah kalah 0-9 dari Denmark pada 1974.

Gunawan Dwi Cahyo (kanan) saat Indonesia melawan Bahrain

Gunawan Dwi Cahyo (kanan) saat Indonesia melawan Bahrain

Photo :
  • daylife.com

Sebenarnya, melihat materi Timnas Indonesia besutan Aji Santoso, kekalahan tersebut hasil yang wajar. Skuad Merah Putih tampil seadanya karena adanya dualisme kompetisi.  

Saat itu, pemain dari Indonesia Super League (ISL) dilarang membela Timnas. Timnas hanya diisi pemain minim pengalaman yang membela klub Indonesia Premier League (IPL). Tak ada satu pun pemain Indonesia yang memiliki lebih dari 12 caps. 

Indonesia menurunkan delapan pemain debutan sebagai starter. Hanya tiga pemain yang pernah membela Indonesia sebelumnya, yakni Syamsidar, Irfan Bachdim dan Ferdinand Sinaga.

 Indonesia menderita karena kiper Syamsidar harus diganjar kartu merah saat laga baru berjalan tiga menit.  Bahrain mendapatkan empat hadiah penalti. Dua di antaranya mampu digagalkan kiper pengganti, Andi Muhammad Guntur.


viva.co.id