Pelajaran dari Perang Bojan Hodak Vs Kim Pan-gon untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2022


Ada pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia dari perseteruan antara pelatih Timnas Malaysia dan pelatih klub Kuala Lumpur FC.

Seperti diketahui, pelatih Kuala Lumpur FC Bojan Hodak merasa kecewa pada pelatih Timnas Malaysia Kim Pan-gon.

Kekecewaan tersebut terjadi karena ada dua pemain Kuala Lumpur FC yang dipanggil oleh Kim Pan-gon untuk membela Timnas Malaysia di Piala Raja Thailand.

Tetapi dua pemain tersebut tidak diturunkan maksimal dalam dua pertandingan Timnas Malaysia.

Keputusan dari Kim Pan-gon tersebut membuat Bojan kecewa, karena Kuala Lumpur FC membutuhkan dua pemain yang dipanggil untuk membela Timnas Malaysia, yakni Zhafri Yahya dan Declan Lambert.

Zhafri hanya sebagai pemain cadangan, sedangkan Lambert hanya bermain 11 menit.

"Ini karena individu, ini antara pelatih, dia (Pan-gon) tidak menghormati saya jadi tentu saya kecewa," ujar Bojan Hodak dikutip SuperBall.id dari Hmetro.

Kekecewaan dari Bojan memang wajar, karena Zhafri Yahya dan Declan Lambert adalah sosok penting di Kuala Lumpur FC.

Sebelumnya, Bojan ingin menggunakan dua pemain andalannya tersebut untuk melawan Penang FC pada 24 September 2022.

Hasilnya, tanpa dua pemain andalannya Kuala Lumpur FC gagal mendapatkan kemenangan melawan Penang.

Saat ini Kuala Lumpur FC sedang mempersiapkan diri untuk melawan FC Sogdiana Jizzakh di AFC Final Piala Antar Zona pada 5 Oktober 2022.

Karena itulah dia meminta agar bisa membawa dua pemain andalannya tersebut.

Jika perseteruan antara Bojan Hodak dan Kim Pan-gon tersebut berlanjut, maka akan berefek negatif pada Timnas Malaysia, khususnya saat Piala AFF 2022.

Pasalnya Bojan Hodak mengatakan bahwa Kim Pan-gon tidak menghormatinya sebagai pelatih klub Kuala Lumpur FC.

Kenapa Bojan harus menghormati Kim Pan-gon?

Ketika Piala AFF 2022, Bojan kemungkinan tidak akan mengirim para pemainnya untuk membela Timnas Malaysia.

Karena Piala AFF 2022 tidak masuk dalam kalender FIFA, dan pelatih timnas tidak bisa memaksa klub untuk mengirim pemainnya selama pertandingan timnas tidak masuk dalam kalender FIFA.

Jika pada Piala AFF 2022 Kim Pan Gon tidak bisa berdamai dengan Bojan Hodak, maka Timnas Malaysia akan mendapatkan kerugian karena akan ada dua pemain andalannya yang tidak bisa tampil.

Pelajaran bagi Timnas Indonesia

Perseteruan antara pelatih klub Liga Malaysia dan pelatih Timnas Malaysia bisa menjadi pelajaran bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Tetapi apabila kita melihat dua pertandingan Timnas Indonesia di FIFA Matchday, tampaknya Shin Tae-yong sudah melakukan hal yang benar.

Pasalnya, meski tidak diturunkan selama 90 menit, tetapi hampir semua pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong diturunkan.

Bahkan ada tiga debutan dalam FIFA Matchday kemarin, yakni Muhammad Ferarri, Ramadhan Sananta dan Yakob Sayuri.

Setelah melihat hal tersebut, kemungkinan besar klub-klub di Liga 1 senang terhadap Shin Tae-yong karena semua pemain mendapatkan jam terbang di Timnas Indonesia.