Liga Jepang Tak Bersahabat, 5 Negara Ini Bisa jadi Pelabuhan Anyar Pratama Arhan

Acara pelepasan Pratama Arhan oleh PSSI jelang keberangkatan ke Jepang untuk bergabung dengan Tokyo Verdy di kantor PSSI, Jumat (04/03/22). Foto: Herry Ibrahim/Indosport.comAcara pelepasan Pratama Arhan oleh PSSI jelang keberangkatan ke Jepang untuk bergabung dengan Tokyo Verdy di kantor PSSI, Jumat (04/03/22). Foto: Herry Ibrahim/Indosport.com

Mengingat Liga Jepang tak bersahabat, lima negara ini bisa menjadi pelabuhan anyar bintang Timnas Indonesia, Pratama Arhan, jika tetap ingin melanjutkan karier di klub luar negeri.

Sebagaimanadiketahui, kompetisi J2 League sudah tuntas. Tokyo Verdy tak sekali pun memberi Pratama Arhan peluang untuk bermain full time di sepanjang musim.

Dari total 42 pertandingan, Tokyo Verdy, menang 16 laga, imbang 13 laga, dan kalah di 13 laga, sehingga finis di peringkat ke-9 dari total 22 kontestan Liga 2 Jepang 2022.

Pratama Arhan hanya diberi waktu total 45 menit bermain, itu pun hanya sekali. Nampaknya, kompetisi sepak bola Jepang terlalu ketat, tak bersahabat dengan pemain Indonesia.

Berikut INDOSPORT memberi rekomendasi lima negara dengan kultur sepak bola yang ramah dan cocok dengan Pratama Arhan.


1. Korea Selatan

Meski baru sada satu pemain Indonesia yang berkarier di K League 2, yaitu Asnawi Mangkualam, tetapi terbukti jika liga ini memberi kesempatan pada pemain luar.

Pada tahun pertama kedatangan Asnawi di musim 2021-22, Ansan Greeners memberi jam terbang pada pemain Indonesia itu, berupa 12 kali starter dan 2 kali dari bangku cadangan.

Memasuki tahun kedua, Ansan Greeners sudah tahu kualitas Asnawi, dan kapten Timnas Indonesia U-23 itu pun makin padu. Mereka tambah memberikan kepercayaan.

Asnawi seolah menjadi duta Indonesia di Korea Selatan, yang menunjukkan bahwa pemain racikan Shin Tae-yong memiliki kualitas. Pratama Arhan pun bisa dilirik.

2. Liga Polandia
Kegembiraan Witan Sulaiman dan Egy Maulana Vikri (tengah) merayakan gol ketiga Timnas U-19.
Kegembiraan Witan Sulaiman dan Egy Maulana Vikri (tengah) merayakan gol ketiga Timnas U-19.

Orang Indonesia pertama yang berhasil dikontrak oleh tim sepak bola Eropa adalah Egy Maulana Vikri. Juli 2018 lalu, ia direkrut oleh Lechia Gdansk, klub asal Polandia.

Meski belum ada pamor pemain Indonesia di Eropa, tetapi Lechia Gdansk berani untuk memasang Egy Maulana di line-up mereka dalam sepuluh pertandingan Liga Polandia.

Selain Egy, Witan Sulaeman juga langsung direkrut oleh Lechia Gdansk. Track record pemain Indonesia sudah cukup bagus di Polandia, jika Pratama Arhan berminat.

3. Liga Slovakia

Masih membahas perjalanan karier Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, usai berkiprah di Liga Polandia, mereka turut mencicipi persaingan di Liga Slovakia.

Awalnya, Egy dan Witan dikontrak oleh FK Senica, tetapi musim ini mereka berpisah. Egy merapat ke ViOn Zlaté Moravce dan Witan Sulaeman berlabuh ke AS Trencin.

Kedua pemain mendapatkan jam terbang cukup banyak di tim masing-masing, dan berkontribusi memberikan gol atau assist.

Jika Pratama Arhan masih ingin berkarier di luar negeri, nampaknya sang agen, Dusan Vlahovic akan cukup mudah mencarikan klub Slovakia yang cocok

 

4. Liga Thailand

Pratama Arhan menyabet penghargaan sebagai pemain muda terbaik di Piala AFF 2020 lalu. Kualitas bek asal Jawa Tengah ini tentu sudah diakui di level Asia Tenggara.

Maka, Liga Thailand, baik kasta pertama atau kasta kedua, akan menjadi pelabuhan yang ramah untuk Pratama Arhan nantinya.

Sejumlah pemain Timnas Indonesia sudah pernah mencicipi ketatnya persaingan di Thailand, di antaranya adalah Terens Puhiri, Yanto Basna, Todd Ferre, hingga Ryuji Utomo.

5. Liga Yunani
Bagus Kahfi merapat ke klub kasta teratas Liga Yunani, Asteras Tripolis FC.
Bagus Kahfi merapat ke klub kasta teratas Liga Yunani, Asteras Tripolis FC.

Beberapa pemain Indonesia sempat dilirik oleh tim Yunani. Saat ini Bagus Kahfi telah dikontrak oleh salah satu tim yang sarat akan sejarah, yakni Asteras Tripolis FC

Sebelumnya, ada Rafli Asrul yang juga sempat menjalani trial di Atromitos FC.

Bahkan, legenda Chelsea, Dennis Wise sempat menawarkan Hokky Caraka untuk mencarikan klub di Liga Yunani, tetapi ia masih memiliki kontrak di PSS Sleman.

Memang, sampai saat ini belum ada pemain yang mendapat jam terbang di Liga Yunani. Jika Arhan bisa menaklukkan tantangan ini, itu akan jadi terobosan yang bagus baginya.


indosport.com