Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman Resmi Tinggalkan FK Senica



Dua pesepak bola Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman dikabarkan resmi tinggalkan klub Liga Slovakia, FK Senica.

Sebelumnya, FK Senica dikabarkan masih kesulitan untuk melepaskan diri dari jeratan krisis finansial yang menimpa mereka.

Bahkan, FK Senica dikabarkan telah menunggak gaji pemain, termasuk pemain asal Indonesia selama beberapa bulan terakhir.

Di tengah kekisruhan tersebut, Egy dan Witan dikabarkan telah meninggalkan FK Senica dan memilih kembali ke Tanah Air.

Egy dan Witan bersama beberapa pemain lain sempat protes dengan cara mogok main, tetapi keduanya kembali tampil saat FK Senica melawan Spartak Trnava pada semi-final leg kedua Piala Slowakia, Kamis (21/4).

Namun, pada laga melawan Zemplin Michalovce, Sabtu (23/4), dua pemain jebolan SKO Ragunan tersebut tidak tampak di kubu Senica.

Melansir dari media Slovakia, Esencia HRY pada Minggu (24/4), Egy dan Witan dilaporkan sudah tidak berada di negara tersebut.

"Egy dan Witan sudah tidak berada di Slovakia. Menurut informasi yang kami dapat, mereka telah terbang untuk pulang dan beberapa penggemar menjumpai mereka di Doha, Qatar," tulis Esencia HRY.

Hingga kini belum dapat dipastikan apakan kepulangan Egy dan Witan lantaran menyudahi kontrak dengan FK Senica atau tidak.

Namun, besar kemungkinan kepergian Egy dan Witan dari Slovakia untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U23 yang akan berlaga di SEA Games 2021 yang akan digelar di Hanoi, Vietnam pada 6-22 Mei 2022.

Pasalnya, sebelumnya Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam keterangannya memastikan tiga pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri yakni Egy, Witan dan Asnawi Mangkualam dilepas klub mereka untuk bermain di SEA Games 2021.

"Untuk Egy, Witan dan Asnawi, ketiganya dilepas timnya ke Timnas Indonesia U23," kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Terlepas dari itu, Timnas Indonesia U23 saat ini sedang menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan ini.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama