Saat Thom Haye Tiba Nanti, Lini Tengah Timnas Indonesia Jadi Mewah dan Mematikan

Permain keturunan Indonesia, Thom Haye, saat bermain untuk SC Heerenveen. (INSTAGRAM/@SCHEERENVEENOFFICIAL)

Pemain keturunan Indonesia, Thom Haye, bisa jadi kekuatan utama timnas Indonesia.

Haye sendiri sudah memberikan sinyal untuk bisa membela skuad Garuda.

Hal ini tentu jadi kabar baik karena Shin Tae-yong sempat kesulitan karena gelandang andalannya harus absen di timnas.

Tanpa Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan lini tengah timnas kurang solid dan kesulitan saat membangun serangan.

Dua laga saat melawan Irak (5-1) dan Filipina (1-1) di Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia jadi bukti bahwa dua kreator serangan tersebut sangat krusial perannya.


Pada ajang tersebut, Shin Tae-yong hanya membawa empat pemain yang berposisi asli sebagai gelandang.

Pemain yang dimaksud adalah Marc Klok, Adam Alis, dan Arkhan Fikri sebagai gelandang tengah.

Sementara Ricky Kambuaya merupakan gelandang serang.

Namun, saat di lapangan Shin Tae-yong melakukan perubahan.

Aspek skuad yang kritis jadi salah alasan ada perombakan di lini tengah.

Saat melawan Irak, skuad Garuda mengandalkan duet Klok dan Adam Alis di gelandang bertahan pada starting XI.

Dua pemain yakni Shayne Pattynama dan Asnawi Mangkulam bertugas sebagai gelandang sayap. Lalu Kambuaya menjadi gelandang serang.


Kondisi berubah saat melawan Filipina.

Sandy Walsh dan Rachmat Irianto di sektor gelandang bertahan.

Trio Shayne, Kambuaya, dan Asnawi bertugas di sektor tengah.

Hasilnya, Shin Tae-yong tetap merindukan hadirnya Marselino di sektor tersebut.

Memaksakan Sandy sebagai gelandang bukan waktu yang tepat bersama KV Mechelen dia merupakan bek kanan.


Thom Haye sendiri berposisi asli sebagai gelandang bertahan di tim asal Belanda SC Heerenveen.

Musim ini dia sudah bermain dalam sembilan laga di posisi tersebut.

Pemain yang berjuluk The Professor ini tampil dalam empat laga sebagai gelandang tengah.

Salah satu keunggulan Haye adalah dia merupakan pemain yang bisa multiposisi.

Hal ini jadi daya tarik utama bagi Shin Tae-yong yang bisa mengandalkan pemain serba guna.

Sepanjang karirnya, Haye sudah bermain sebagai gelandang bertahan dalam 107 laga, gelandang tengah 97 laga, dan 43 laga sebagai gelandang serangan.

Namun, meski sudah memberikan sinyal siap mengabdi bagi timnas Indonesia sampai saat ini belum ada langkah pasti.

Meski tidak bisa dimainkan di Piala Asia 2023 nanti, hadirnya Haye bisa diandalkan pada putaran kedua Piala Dunia 2026 nanti.

Apalagi, Indonesia memiliki cita-cita untuk lolos ke ajang tersebut.

Selain itu, dengan skuad terbaiknya diharapkan mereka bisa mendapatkan hasil terbaik saat berlaga di Stadion Gelora Bung Karno nanti saat laga kandang.

Dusan Tadic dari Ajax (kiri) dan Thom Haye dari SC Heerenveen berebut bola saat pertandingan Eredivisie Belanda antara Ajax Amsterdam dan SC Heerenveen di Johan Cruijff Arena pada 11 Mei 2022 di Amsterdam, Belanda.Dusan Tadic dari Ajax (kiri) dan Thom Haye dari SC Heerenveen berebut bola saat pertandingan Eredivisie Belanda antara Ajax Amsterdam dan SC Heerenveen di Johan Cruijff Arena pada 11 Mei 2022 di Amsterdam, Belanda. (MAURICE VAN STEEN/AFP)

Jika proses tersebut bisa dijalankan sesuai rencana, maka lini tengah timnya Indonesia akan cukup mengerikan.

Duet Ivar dan Haye akan bertugas sebagai gelandang bertahan.

Sementara Marselino menjadi gelandang serang.

Rotasi dengan memainkan Marc Klok, Sandy Walsh, dan Ricky Kambuaya juga bisa jadi opsi saat Shin Tae-yong ingin menguji kedalaman skuadnya.


bolasport.com