Keziah Veendorp, Kapten Timnas Belanda yang Bisa Jadi Tandem Elkan Baggott di Piala Asia


Mengenal profil singkat serta statisik bermain Keziah Veendorp, sang bek serba bisa dari Liga Belanda yang cocok untuk jadi tandem Elkan Baggott di Timnas Indonesia.

Seperti diketahui sebelumnya, Timnas Indonesia berhasil menorehkan prestasi emas di tahun 2022 ini dengan lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Timnas Indonesia memastikan tiket lolos ke Piala Asia 2023 setelah di pertandingan terakhir babak kualifikasi sukses mengalahkan Nepal dengan skor telak 7-0.

Berkat kemenangan besar ini, Timnas Indonesia pun duduk di peringkat kedua grup A dan berhak melaju ke putaran final Piala Asia 2023 dengan status runner up terbaik.

Usai memastikan tampil di gelaran Piala Asia 2023, nama Timnas Indonesia kini mulai bisa diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam di kawasan benua kuning.

Demi meraih hasil yang lebih baik di Piala Asia 2023 mendatang, PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia sejatinya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menambah kekuatan skuat Garuda.

Salah satunya dengan memanggil para pemain keturunan di Eropa, bahkan tiga diantaranya yakni Sandy Walsh, Jordi Amat hingga Shayne Pattynama sudah sempat mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia.

Namun faktor administrasi yang belum lengkap, membuat ketiganya gagal tampil selama babak kualifikasi Piala Asia 2023 kemarin.

Selain ketiga nama diatas, sejatinya masih banyak lagi pemain-pemain keturunan Indonesia di Eropa yang mungkin layak diperhitungkan PSSI sebagai opsi timnas.

Salah satunya adalah Keziah Veendorp, bek serba bisa dari Liga Belanda ini punya potensi yang cukup lumayan dan diprediksi bakal jadi tandem sempurna buat Elkan Baggott di lini belakang Timnas Indonesia.

Lantas seperti apa profil dan statistik Keziah Veendorp hingga membuatnya layak perkuat Timnas Indonesia? Berikut INDOSPORT coba merangkum serta mengulas:

Isaiah Brown (atas) melewati Keziah Veendorp yang terkapar dibawah pada laga European Championship 2014 U-17 di Hibernians Stadium (15/05/14). Sascha Steinbach/Bongarts/Getty Images

Profil Singkat Keziah Veendorp

Secara eksklusif kepada INDOSPORT, Keziah Veendorp mengaku memiliki darah Indonesia yang mengalir di dalam tubuhnya.

Diceritakan bahwa salah satu keluarga besar dari Keziah Veendorp merupakan warga asli Maluku.

"Kakek saya dari Haria Saparua, sedangkan nenek saya dari Puerto Saparua. Tapi, ibu saya lahir di Belanda dan ayah saya juga. Mereka orang Belanda asli." ucap Keziah.

Keziah Veendorp karier sepak bola dengan memperkuat akademi sepak bola di Belanda. FVV Foxhol menjadi klub pertama Keziah, di mana ia bertahan kurang lebih satu musim yakni pada 2005-2006.

Setelah itu ia hijrah ke VV Hoogezand, sebelum akhirnya bergabung ke klub ternama Belanda, FC Groningen.

Bersama Groningen, Keziah bertahan selama kurang lebih delapan tahun. Pada 2016 lalu, ia pun akhirnya dipromosikan ke skuat senior FC Groningen.

Itu tak terlepas dari penampilan apiknya di tim muda FC Groningen U-19 dan U-23.

Saat itu, Keziah Veendorp merupakan salah satu pilar penting di tim muda Groningen. Selama kurang lebih tiga musim, Keziah mampu mengemas 1 gol dan 1 assist.

Catatan itu terbilang cukup baik untuk seorang pemain bertahan.

Penampilan itu yang membuatnya dipanggil ke Timnas Belanda U-17 beberapa waktu lalu, dan selalu menjadi pilihan utama saat tim muda Belanda bersaing di ajang Euro U-17 2014.

Bahkan di ajang tersebut, ketenangan Keziah Veendorp dalam menjaga lini pertahanan membuatnya dipercaya sebagai kapten tim dan membawa Belanda U17 menjadi runner up usai dikalahkan Inggris dalam partai final,

Sepanjang turnamen Euro U-17, Keziah Veendorp tak hanya tangguh dalam menghadang serangan lawan tapi juga mampu menyumbangkan 1 assist. Lagi-lagi, sebuah rekor cukup impresif buat pemain di posisi belakang.

Meski sempat gemilang di level timnas junior, namun sulitnya mendapatkan menit bermain di skuat utama Groningen, membuat Keziah akhirnya memilih hijrah ke klub Eredivisie lainnya, yakni FC Emmen pada musim 17/18.

Pemain FC Emmen Keziah Veendorp yang memiliki darah keturunan Indonesia

Tumpuan FC Emmen dan Hasrat Bela Timnas

Berada di usia matang pesepak bola yakni 25 tahun, penampilan Keziah Veendorp di Liga Belanda terutama saat memperkuat FC Emmen terbilang sangat memukau.

Terbukti sejak pertama kali bergabung dengan FC Emmen, Keziah Veendorp sangat sulit digantikan di pos pertahanan klub baik saat mentas di Eredivise maupun Keuken Kampioen Divisie.

Total selama lima musim memperkuat FC Emmen, bek yang bisa bermain sebagai central defender serta wingback tersebut mampu catatkan 137 caps dengan torehan 3 gol dan 7 assists.

Bahkan di musim 21/22 lalu, Keziah Veendorp mampu bermain dalam 19 pertandingan dan membantu FC Emmen menjuarai Eerste Divisie yang artinya berhak promosi ke Eredivisie musim depan.

Meski jadi salah satu pemain penting di Liga Belanda, namun Keziah Veendorp sempat mengutarakan hasratnya untuk menjadi WNI dan memperkuat Timnas Indonesia di ajang internasional

"Saya ingin menjadi warga negara Indonesia dan membela Timnas. Tetapi saya masih harus mengurusi paspor saya terlebih dahulu," ucap Keziah Veendorp kepada redaksi INDOSPORT pada 2019 lalu.

Dengan kemampuannya yang bisa bermain di berbagai posisi serta pengalaman di kasta tertinggi Liga Belanda, membuat Keziah Veendorp bisa jadi salah satu opsi buat pelatih Timnas Indonesia jelang tampil di Piala Asia 2023 nanti.

Meski sudah memiliki Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama, namun kehadiran Keziah Veendorp diprediksi bakal kian memperkokoh barisan pertahanan skuat Garuda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama