Egy Maulana Tak Digaji FK Senica 7 Bulan, Kata Presiden Slovakia


Presiden Slovakia mengungkapkan bahwa Egy Maulana Vikri dan rekan-rekannya belum mendapat gaji dari FK Senica selama 7 bulan.

Presiden Asosiasi Pemain Sepak Bola di Slovakia (UFP), Jan Mucha Jr mengungkapkan bahwa Egy Maulana Vikri dan rekan-rekannya belum mendapat gaji dari FK Senica selama 7 bulan.

Seperti diketahui, winger Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri tengah memperkuat klub Liga Slovakia, FK Senica.

Namun sayangnya, perjalanan Egy harus terkendala dengan masalah finansial klub yang membuatnya bersama rekan-rekan setimnya tak mendapatkan gaji selama beberapa bulan.

Melansir dari Sport pada Kamis (7/4), Jan Mucha Jr mengungkapkan bahwa pihaknya baru mengetahui FK Senica menunggak gaji pemain selama 3-7 bulan dengan nilai yang fantastis.

"Kami baru tahu. Ini adalah utang kepada semua karyawan, dengan sekitar 70 persen berutang kepada pemain tim A. Sayangnya angka itu cukup tinggi," jelas Mucha.

"Yang bisa saya katakan adalah beberapa pemain kehilangan gaji mereka tiga bulan, sementara beberapa lain ada yang tujuh bulan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mucha juga menyampaikan bahwa klub akan membayarkan sebagian gaji terutang sebelum akhir pekan ini.

Namun, sayangnya jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari apa yang harus mereka dapatkan.

"Mereka menerima sesuatu sebelum akhir pekan, tetapi itu hanya sebagian kecil dari apa yang menjadi milik mereka di bawah kontrak yang ditandatangani," jelas Mucha.

Mucha juga berharap pihak Federasi Sepak bola Slovakia (SFZ) dan Penyelenggara Kompetisi Slovakia (ULK) mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan tersebut.

"Ini tentu saja menjadi masalah besar bagi sepak bola Slovakia. Sudah waktunya bagi SFZ [Federasi Sepak Bola Slovenia] dan ULK [Penyelenggara Kompetisi Slovakia] mengambil posisi yang jelas," jalas Mucha.

"Apakah ingin memiliki kompetisi yang berkualitas atau membiarkan klub yang tidak jujur bersaing dengan mengorbankan klub yang jujur?" Mucha menekankan.

(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama