Persebaya Bisa Jadi Tim Penjegal Ambisi Pesaing Juara Liga 1 Musim Ini

Hasil seri lawan Persita Tangerang membuat langkah Persebaya Surabaya semakin berat untuk jadi juara Liga 1.

Persita Tangerang sukses menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 di laga pekan ke-29 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Minggu (6/3/2022).

Gol Persita dicetak oleh Ahmad Nur Hardianto di menit ke-40.

Sementara itu, gol Persebaya dicetak oleh Taisei Marukawa di menit ke-45.

Hasil tersebut membuat Pers3baya semakin sulit untuk merengkuh juara Liga  musim ini, kalau tidak dikatakan mustahil.

Pasalnya dalam lima laga kedepan, Persebaya masih dihadapkan dengan lawan-lawan berat.

Persebaya masih harus menghadapi dua tim kuda hitam sejak seri Liga 1di Bali, yaitu Persik Kediri (pekan ke-30) dan Barito Putera (pekan ke-31).

Sementara itu, Persebaya juga masih berhadapan dengan dua kandidat juara, yaitu Persib Bandung (pekan ke-32) dan Bali United (pekan ke-33).

Alasan berikutnya karena selisih poin yang jauh dengan puncak klasemen sementara yang ditempati Bali United (8 poin).

Artinya Persebaya Surabaya butuh Bali United untuk kalah tiga kali agar bisa merengkuh puncak klasemen.

Itupun, Persebaya patut menantikan hasil-hasil tim pesaing seperti Arema FC, Persib Bandung, dan Bhayangkara FC diatas mereka.

Namun, Persebaya masih bisa jadi penentu persaingan juara Liga 1 musim ini.

Karena Persebaya masih harus bertemu dengan dua kandidat juara musim ini.

Modal besar Persebaya datang dari status sebagai tim penyerangan terbaik di Liga 1 (bersama Bali United dengan catatan 49 gol).

Bahkan Persebaya adalah satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Bali United selama di series Bali dengan skor 3-1.

Persib Bandung dan Bali United tentu harus mewaspadai dua winger andalan Persebaya untuk mematikan kreativitas serangan.

Selain itu, kedua tim juga perlu mematikan setiap potensi serangan balik cepat yang jadi andalan Persebaya untuk mencetak gol.

Tentu saja Persebaya punya problem di 10 menit terakhir selama seri di Bali, dimana Persebaya sudah tiga kali kehilangan keunggulan atas lawannya.

Persebaya sudah gagal menang atas Bhayangkara FC, Persela, dan Persija akibat gagal mempertahankan fokus di periode tersebut.

Baik Stefano Teco Cugurra dan Robert Rene Alberts sebagai pelatih kedua tim harus mempersiapkan seluruh skenario pergantian pemain sebelum laga lawan Persebaya untuk mengeksploitasi kelemahan ini.

Stefano Cugurra sudah membuktikannya lewat Lerby Eliandry dan M. Rahmat dari cadangan sebagai pembeda ketika Bali United kesulitan menembus pertahanan lawan.

Sementara itu, Persib masih belum memaksimalkan potensi pemain cadangannya selain satu gol Persib ke gawang Borneo FC selama series Bali.

Kemenangan jadi harga mati, karena hasil seri apalagi kalah jadi barang haram untuk Persib dan Bali United saat menghadapi Persebaya Surabaya di fase akhir Liga 1 musim ini.

Saat hukum kehilangan tiga poin jadi haram di situasi seperti ini, mampukah Persibaya mampu menjegal ambisi kedua tim jadi juara

BolaSport.com